Selasa, 11 Desember 2012

Hari Baik



       Sesungguhnya hari-hari adalah milik Allah Ta’ala, begitu juga dengan masa/zaman. Tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa hari anu adalah hari yang terbaik untuk menikah. Memang ada hari yang dikatakan sebagai Sayyidul ayyam (Tuannya hari-hari) yaitu hari Jum’at, begitu juga hari Senin dan Kamis dimana Nabi Muhammad SAW senantiasa puasa pada kedua hari tersebut, namun semua itu bukan sebagai dasar/landasan berpijak untuk mengatakannya sebagai hari yang terbaik dalam melakukan acara tertentu seperti pernikahan, misalnya. 
       Apa yang orang tua bilang bahwa harus ada perhitungan harinya, itu hanya disebabkan oleh tata cara adat semata dimana berlaku perhitungan hari tertentu. Bahkan masalah siapa yang terbaik jadi jodoh pun dijadikan hitungan tertentu dan apabila hasilnya angka A, maka anda tidak baik nikah dengan orang yang dijadikan dalam hitungan tersebut, dan apabila hasilnya angka B, maka baik. ..dst. Walhasil, semua itu tidak ada landasan syar’i (agama)nya. Oleh karena itu hari apa saja untuk niat akan mengadakan pernikahan tidak jadi masalah, hanya saja perlu juga dipertimbangkan hari yang kira-kira para undangan banyak memiliki kesempatan alias pada waktu luang bagi mereka agar mereka dapat memenuhi undangan resepsi / walimah.